Pembinaan Atlet Sejak Dini Dilakukan PBVSI Jakarta Utara


Sebuah pesan datang melalui aplikasi Whatsapp di ponsel saya pada Sabtu malam (jika Anda tidak ingin dipanggil pada Sabtu malam). Setelah saya memeriksanya, pesan datang dari sahabat saya, Wawan Setiawan, yang saya tulis. Wawan Setiawan adalah ketua PBVSI Jakarta Utara. Awalnya saya pikir turnamen akan diadakan oleh PBVSI Jakarta Utara. Acara ini hari Minggu, 9 September. Rupanya tidak. Setelah tiba di Kabupaten Gelanggang Remaja Cilincing, Jakarta Utara, itu bukan turnamen yang diadakan oleh PBVSI Jakarta Utara. Pagi itu suasananya sangat kejam dengan seorang atlet bola voli muda. Bahkan ada anak-anak dan remaja. Wih!

Anak-anak dan remaja putra dan putri ini ketika saya sedang dalam mood. Mereka berlari dan membuat gerakan. Ternyata mereka berlatih di bawah bimbingan seorang pelatih bola voli dari PBVSI Jakarta Utara. Kang Wawan, katakan padaku, pelatih ini tentu saja memiliki lisensi untuk memberikan pelatihan. Seperti yang saya katakan sebelumnya di blog saya, Kang Wawan benar-benar berkomitmen untuk membangun bola voli di Jakarta Utara. Salah satunya adalah pembinaan sejak usia muda, seperti hari Minggu ini. Pelatihan diberikan oleh Kang Wawan dengan merekrut atlet dari sekolah-sekolah di Jakarta Utara. Tujuannya adalah Kang Wawan dan PBVSI Jakarta Utara, sebenarnya siswa dari sekolah dengan tim bola voli.

Lebih dari 100 siswa, Kang Wawan, datang ke Pusat Pemuda Cilincing untuk berlatih. Mereka juga akan dipilih untuk menjadi atlet yang akan dikirim untuk mewakili Jakarta Utara selama Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POPPROV) di DKI Jakarta. Jumlah yang dipilih kira-kira. 80 orang. Di sekolah dasar, 20 siswa, baik pria dan wanita, 30 sekolah menengah dan 30 sekolah menengah, baik pria dan wanita, dipilih. Kemudian, setelah dipilih, siswa-siswa ini menerima pelatihan bola voli. Ketika mereka siap, mereka berpartisipasi dalam POPPROV DKI Jakarta. Turnamen seperti ini akan memungkinkan atlet potensial ini untuk tumbuh nanti saat mereka berkompetisi.

“Bukan tidak mungkin bagi mereka untuk menjadi atlet nasional dan untuk mewakili Indonesia di arena internasional di masa depan,” kata Kang kepada Wawan. Kang Wawan selalu optimis bahwa atlet masa depan akan lahir di Jakarta Utara. Pengembangan atlet berprestasi adalah fokus utama KONI Jakarta Utara. Wawan Setiawan, ketua KONI, Jakarta Utara, mengatakan tentang seluruh program kegiatan, sekitar 80 persen dari mereka menyelesaikan pelatihan yang terukur untuk mencetak dan mempersiapkan atlet yang luar biasa.

“Dari semua bidang, sebagian besar program mempromosikan kinerja. Termasuk membuat database sebagai indikator kinerja atletik,” katanya, Minggu (4/7/2019). Walikota Jakarta Utara kami, Ali Maulana Hakim, mengapresiasi KONI – program kerja Jakarta Utara 2019 yang bertujuan mempromosikan kinerja. Karena kinerja olahraga tidak dapat dicapai dengan segera. “Pencapaian kinerja tidak harus langsung, harus ada proses pembinaan yang baik. Masyarakat sejak usia muda,” katanya, Minggu (4/7/2019).

Ali mengatakan dia optimis bahwa pembinaan akan menghasilkan atlet yang unggul di tingkat provinsi, nasional dan bahkan internasional. Menjadi lebih baik ketika Anda bekerja bersama dari pemerintah, masyarakat, sektor swasta hingga dunia pendidikan. “KONI sebagai forum untuk menyatukan semua olahraga di Jakarta Utara di masa depan harus dapat menaungi dan menjembatani fase-fase pelatihan olahraga,” katanya. Beberapa program yang disetujui saat ini selama rapat kerja adalah untuk meningkatkan kemampuan organisasi untuk mengelola olahraga, untuk mengatur festival olahraga di wilayah Jakarta Utara untuk pelatihan dasar bagi 250 pelatih olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *